"Saya mengapresiasi, Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) karena memiliki dedikasi yang tinggi meskipun gaji yang diterima kurang mencukupi. Semoga ini menjadi inspirasi bagi tenaga pengajar lainnya di Jatim," ujarnya pada saat menghadiri Seminar Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) di Aula PT Telkom Kab. Jember, Sabtu (16/1/15).
Ia mengatakan, dedikasi yang diberikan oleh guru guru Raudhatul Athfal ini sangatlah tinggi. Hal tersebut bisa diibaratkan dengan memasak. Guru adalah koki atau juru masak, sementara anak bisa diibaratkan sebagai bahan bakunya. Jadi jika bahan baku yang ada diolah dengan bagus oleh tukang masak pilihan akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang hebat.
"Di tengah segala keterbatasan inilah yang menjadikan IGRA menjadi insiparasi bagi tenaga pengajar hebat lainnya," ungkapnya yang disambut tepuk tangan dari pengurus IGRA se Kab. Jember.
Guru, lanjut Gus Ipul menentukan sekitar 50 persen kesuksesan pendidikan. Kesuksesan tersebut ditentukan oleh guru atau tenaga pengajar. Guru harus ditingkatkan kemampuan hingga kompetensinya agar senantiasa mengupdate ilmunya.
Setelah ilmu dan kompetensi ditingkatkan, barulah kesejahteraanya juga dipikirkan. Jangan sampai mereka memiliki kompetensi tapi kesejahteraanya tidak dicukupi. "Kalau bisa guru dibekali dengan ilmu dan kompetensi sekaligus kesejahteraanya dipikirkan," ungkapnya.
Cara kedua hal yang menentukan kesuksesan pendidikan adalah dengan meningkatkan kurikulum. Kurikulum menentukan kesuksesan pendidikan. Kurikulum merupakan sesuatu yang menjadi alat dalam mentransfer ilmu antara guru dan siswa. "Kurikulum yang baik akan menghasilkan kualitas anak didik yang mumpuni secara ilmu," imbuhnya.
Ketiga, peningkatan dan perbaikan sarana prasarana menjadi prasyarat yang harus dimiliki oleh sekolah. Suasana belajar mengajar di sekolah akan nyaman jika suasana kelas rapi, bersih dan tidak ada kotoran.
Di kesempatan tersebut, Gus Ipul menyaksikan prosesi pelantikan PD IGRA Jember periode 2016-2020. Dalam pelantikan tersebut terpilih sebagai Ketua Hj. Khususiyah Sobiyah S.Pd I menggantikan Siti Fatimah S.Pd.
Post a Comment